Islamabad, Rabu – Pemerintah Pakistan curiga kelompok pro-Taliban terlibat dalam ledakan bom bunuh diri yang mengakibatkan 31 orang tewas. Proses penyelidikan terhadap dua ledakan bom itu, Rabu (5/9), semakin membuat pusing Presiden Pervez Musharraf. Ledakan yang terjadi, Selasa di kota Rawalpindi, dekat Islamabad, itu memperparah kekacauan masalah keamanan yang sedang terjadi di Pakistan.
Padahal, saat ini Musharraf sedang sibuk mencari cara agar bisa kembali terpilih sebagai presiden melalui pemilihan presiden bulan September atau Oktober. Kondisi keamanan yang kacau dikhawatirkan bisa membuyarkan kesempatan Musharraf. Kelompok oposisi juga akan menjadikan hal itu sebagai amunisi menyerang kubu Musharraf.
Seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan bom saat berada dalam bus yang sedang ditumpangi pegawai Kementerian Pertahanan. Sementara satu bom lagi meledak di jalanan dekat pasar yang biasa dilewati pejabat militer yang hendak menuju ke markas besar militer. Padahal, kedua lokasi ada di dalam lingkungan yang dijaga superketat.
Juru bicara Departemen Dalam Negeri Pakistan Brigadir Javed Cheema memperkirakan, ada kemungkinan ledakan itu terkait dengan kelompok bersenjata pro- Taliban yang didukung kelompok Al Qaeda. Apalagi mengingat bahwa ada sayap-sayap Al Qaeda saat ini yang berperang dengan pasukan Pakistan di daerah perbatasan Pakistan-Afganistan.
Untuk sementara, para penyelidik tengah mengincar Baitullah Mehsud, ketua kelompok bersenjata paling senior yang bermarkas di Distrik Waziristan Selatan. Selama ini Mehsud menjadi buron.
“Memang sampai sekarang belum ada yang mengaku bertanggung jawab. Tetapi, dari beberapa serangan sebelumnya, selalu ada kaitan dengan Baitullah Mehsud,” kata Cheema. (AFP/LUK)