Pesantren Al-Fatah Gelar Diklat SAR

Sukabumi, 08/4 (JURNAL NAJMU) — Pesantren Al-Fatah Kota Sukabumi bekerjasama dengan Al-Fatah Rescue, Kamis (07/4), mulai menggelar pendidikan dan pelatihan (Diklat) Search and Rescue (SAR) Tingkat Dasar di pesantren Al-Fatah, Kampung Baru, Desa Cikundul, Kelurahan Lembursitu, Kota Sukabumi. Continue reading »

MEMAHAMI UMAT ISLAM INDONESIA

Kemajemukan bangsa Indonesia yang selama ini terpelihara telah membuat bangsa ini menjadi sangat unik. Dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika, bangsa ini terikat dalam satu kesatuan, yakni Indonesia. Tapi, sampai kini, masyarakat terlihat masih memandang semboyan tersebut hanya sebatas hiasan di dinding saja, belum sampai memasuki ranah hati nurani dan kesadaran yang paling mendalam. Hal ini, tentu sangat merugikan bangsa yang sedang menjalankan demokrasi ke arah yang lebih maju. Continue reading »

Sekedar Menghargai Tulisan

Konon, Imam Syafi’i (150 – 204 H) pernah merasakan kesulitan untuk memelihara segudang tumpukan kitab di kamarnya, sehingga beliau ingin melenyapkan setiap tulisan kitab dan memindahkannya ke memori otak dan hatinya. Kemudian, Imam Syafi’i memasuki kamar dan menghapal seluruh kitab-kitab yang tersedia. Imam syafi’i pernah menerima tantangan gurunya Imam Malik (93-179 H) untuk membuat 100 permasalahan agama dalam waktu satu malam. Namun, Imam Syafi’i membuat 1000 soal-jawab masalah agama lengkap dengan dalil aqli dan naqli secara mendetail dalam satu malam di ruang kamar tanpa ditemani satu kitab pun. Continue reading »

Review Kebangkitan Islam di Indonesia

Oleh. Najmudin Ansorullah

Ernst Cassirer (1990: 260), menulis bahwa beberapa abad yang lalu seorang Confusius pernah berkata, “study history if you like to divine the future” yang berarti belajarlah dari sejarah jika kamu ingin memahami masa depan”. Ungkapan Confusius itu sedikit banyak telah memberi pesan tersendiri tentang pentingnya menumbuhkan kesadaran historis dalam jiwa untuk menghadapi dan menjalani kehidupan yang akan datang.

Di dalam Islam, pesan ini juga tidak kalah pentingnya. Banyak ayat-ayat dan hadits yang mengingatkan umatnya untuk memiliki kesadaran historis. Salah satu bentuk dari kesadaran histories tersebut adalah menumbuhkan karya-karya penting yang telah dihasilkan umat manusia sejak zaman dahulu hingga masa sekarang. Continue reading »

Teori Kenabian dan Umat yang Latah

Oleh: Najmudin Ansorullah

Menanggapi artikel Umdah El-Baroroh di Situs Jaringan Islam Liberal (03/09/2007) berjudul “Meninjau Ulang Teori Kenabian” sangat menarik, terlebih tulisan tersebut hasil eksplorasi ilmiah dari Ulil Abshar-Abdalla ketika mencicipi kuliah di Universitas Boston.
Namun, ada hal penting untuk digarisbawahi mengenai masalah konsep kenabian, seiring anggapan bahwa teori kenabian dapat dilihat dari sudut pandang ilmiah (akal pikiran) dan wahyu. Continue reading »

Refleksi, (Ketika Mahasiswa) Bergulat dengan (Mencari Agama) Islam (?)

Oleh: Najmudin Ansorullah

Sebelum tuisan ini mengayun diharapkan tidak akan pernah membuat goresan yang dapat melukai apapun atau siapapun. Karena itu, tulisan ini berusaha mencurahkan pikiran dan berbuat seadanya tentang pengalaman yang terlintas tentang realitas dari khidupan di masa-masa yang penuh dilematika ini. Mudah-mudahan tulisan ini juga tidak memandang sepihak demi sebuah pelajaran yang amat berharga. Continue reading »

Masyarakat Sekarang?

Kini masyarakat seperti mengulang sejarahnya kembali pada ratusan bahkan ribuan tahun yang silam. Kondisi masyarakat di Indonesia kebanyakan bukan lagi semata-mata meningkatkan taraf hidup, tapi mempertahankan hidup.

Di zaman sekarang yang konon sudah maju, yang dicari bukan pendidikan, tapi bagaimana mengisi perut. Kesenjangan ekonomi sudah semakin mencolok tak kenal status. Masyarakat tak bertanya berapa penduduk Indonesia sekarang, tapi sudah kah anda makan sekarang. Sarjana ditanya bukan ilmu, tapi pekerjaan.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.