Gegap-gempita masyarakat desa Cibitung Tengah Tenjolaya (dulu Ciampea) Bogor sekitar tahun 1985-1986-an tak lagi terbendung. Mereka gembira menyambut kehadiran listrik masuk desa dengan antusias. Sebelumnya, mereka hanya menikmati alat penerang dari lampu tradisional, seperti petromak, obor, lampu cempor, lampu botol dan lampu-lampu kecil lainnya yang banyak bergantung pada minyak tanah. Lanjut Baca »
Sambil menunggu waktu “sahur” dan adzan Shubuh di bulan Puasa tahun 2006 lalu, saya sempat berbincang-bincang dengan seorang teman dari jurusan sejarah salah satu universitas ketika penulis melakukan studi di Bandung. Kiranya perlu untuk mengabadikannya karena mempunyai arti tersendiri dalam sebuah refleksi penulis sebagaimana yang sebagiannya Anda dapat baca sekarang. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Catatan Lepas | 3 Komentar »
dengan mata telanjang
kutemukan kehidupan
dalam renungan
bayangan hingga ingatan
kutanya sebuah kejadian
masa lalu yang tak sempat kulihat
tapi cukup merasakan
antara pahit dan manis
tertawa dan bersedih
perjuangan tiada pamrih
kutatap benda-benda
sebuah awan melingkup di atas jemari kekalbuan
menciut termakan sinar kehidupan
membasahi perut
tatkala sinar belum saatnya terhentak
panasnya terik matahari
sebuah pohon rindang redup
langit biru
air tak berubah dari semula
tapi kuyakin semua akan sirna
roda waktu kian berputar
merubah rona kehidupan
menggilas semua yang ada
hingga tersilap sebuah keterbatasan
ingin kutertidur di atas pohon mahoni yang menjulang
agar terasa dinginnya udara matahari kala redup
sesosok manusia datang dengan sedarhana
berdiri di atas tiang
menghampiri sinar
dibalik anyaman tirai gubuk bambu
Ditulis dalam Puisi | 1 Komentar »
Kini masyarakat seperti mengulang sejarahnya kembali pada ratusan bahkan ribuan tahun yang silam. Kondisi masyarakat di Indonesia kebanyakan bukan lagi semata-mata meningkatkan taraf hidup, tapi mempertahankan hidup.
Di zaman sekarang yang konon sudah maju, yang dicari bukan pendidikan, tapi bagaimana mengisi perut. Kesenjangan ekonomi sudah semakin mencolok tak kenal status. Masyarakat tak bertanya berapa penduduk Indonesia sekarang, tapi sudah kah anda makan sekarang. Sarjana ditanya bukan ilmu, tapi pekerjaan.
Ditulis dalam Renungan | Tidak ada komentar »
Sedikit-sedikit pahlawan. Sedikit-sedikit pahlawan. Pahlawan kok sedikit?
Siapakah pahlawan?
Mang Udin ketika menyeberangkan nenek-nenek dari berseliwernya kendaraan kota
Sukirman sopir bus yang memberikan jalan terhadap mobil lain di jalan raya ketika kendaraan berdesakan macet
Tarsiem pedagang nasi ketika memberikan makan anak gelandangan yang merasakan kelaparan
Pak lurah ketika tak mau diberikan uang karena warga mau membuat KTP
Pak guru ketika rela rumahnya dijadikan tempat belajar anak-anak sekolah yang gedung sekolahnya roboh
Marsudi yang rela berdiri di dalam bus karena memberikan duduk penumpang lain yang sudah tua Lanjut Baca »
Ditulis dalam Catatan Lepas | 1 Komentar »
Sunda Dalam Gelak Tawa
Bila dapat diketahui sejarah Sunda tempo dulu, mungkin ada satu peratanyaan yang hendak diajukan. Siapa saja yang ingin menjawab, baik itu Badan Pusat Statistik (BPS) bagian Sensus Populasi Penduduk, sejarahwan atau cendikiawan. Berapakah jumlah penduduk masyarakat Jawa Barat (Jabar) suku Sunda pada masa kerajaan Tarumanegara atau Pajajaran berkuasa? Lanjut Baca »
Ditulis dalam Bahasa dan Sastra, Catatan Lepas | Tidak ada komentar »
* Tulisan ini adalah bagian dari catatan harian penulis yang setelah dilakukan pengeditan berdasarkan tema merupakan bagian Ke-VII yang tersusun dari I-VIII tulisan sampai awal tahun 2005. Namun, kebanyakan tulisan ini belum mendapat pengeditan dari segi bahasanya. Karena itu, redaksi kata-katanya sebagian masih utuh. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Catatan Lepas, Cerpen | 1 Komentar »
Semasa sekolah SLTA di Menes Pandeglang Banten aku tidak seperti teman-teman sekelas seperti Iman, Ishak Anwar dan lain-lain yang rajin berangkat ke sekolah. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Catatan Lepas, Cerpen | 3 Komentar »
Selain tulisan buku agenda harian berwarna putih yang diadakan panitia KKN (Kuliah Kerja Nyata) UIN Sunan Gunung Djati Bandung tahun 2003-2004, buku itu penuh tulisan tentang serentetan tugas dan kegiatan yang terkadang kebenarannya masih disangsikan karena dapat dimanipulasi peserta KKN dan harapan peserta akan nilai baik dari pembimbingnya. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Catatan Lepas, Cerpen | Tidak ada komentar »